Kumpulan Cerpen (Cerita Pendek) Fiksi dan Non Fiksi Indonesia Serta Informasi Menarik.

Sunday, 12 February 2017

Ketika Ibu Merestui

 
Malam Jum'at, saya baru saja rampung menulis artikel cara menggunakan pewarna Batik untuk blog pribadi saya ketika tiba-tiba, ibu saya yang sudah tua itu menanyai saya; "kamu ini sebenarnya mau jadi apa? Tiap hari lebih banyak ngadep hape atau laptop dari pada ikut bantu kerjaan di rumah?"

Saya menghela membenarkan letak duduk, menarik nafas, kemudian memberi penjelasan mengenai hobi saya: membaca buku dan belajar menulis. Saya akui, sulit sekali menjelaskan hobi saya ini pada ibu saya yang termasuk orang tua dengan pendidikan formal rendah. Ibu saya termasuk orang tua kolot dan konservatif. Jangankan mengetahui apa itu blog, internet gunanya untuk apa pun ibu saya masih tidak tahu-menahu.

Meski sulit, pada intinya saya "berhasil" memberi pemahaman. Saya sedikit mencatut nama-nama teman saya yang sudah saya anggap berhasil di dunia blogging. Ini harus saya lakukan karena ibu saya tadi meminta bukti "siapa yang sudah berhasil di dunia semacam itu?"

Untungnya, satu teman yang sya sebutkan, ibu saya mengenalnya. Walhasil, ibu saya pun kemudian segera berucap: "Oh ya sudah, ibu ini mana tahu yang begituan. Sekarang kamu ibu dukung, ibu kasih restu, lanjutkan hobimu itu dan kejarlah kesuksesan. Ibu tak mengharap apapun darimu selain kesadaranmu bahwa duniamu itu di kampung mungkin dianggap tak lazim. Biarlah, terus saja kamu fokus. Ibu tak akan menanyaimu lagi, dan akan membiarkanmu mengembangkan diri. Ibu hanya akan berdoa untuk keberhasilanmu."

Saya segera meneteskan air mata dan memeluk ibu saya. Saya ciumi tangan ibu saya berulang-ulang seraya saya ucapkan terimakasih. Ibu saya mengelus-elus punggung saya. Ah, saya begitu merasa bahagia pada moment seperti ini.

Sejujurnya, minat 'nge-blog' saya sedang sedikit menurun karena berkali-kali Google Adsense yang saya harapkan mau bermitra dengan blog saya, menolak permohonan yang saya ajukan.

Dengan restu ibu saya ini, saya merasa penolakan Google Adsense sama sekali tak lagi perlu saya sedihi atau bahkan tangisi, galaui, kecewai, atau juga saya frustasi karenanya. Saya sudah terhibur dengan restu yang ibu saya berikan. Dengan atau tanpa bermitra dengan Google Adsense, saya kini siap belajar lebih giat dan lebih keras untuk menjadi 'Blogger' yang bermanfaat.

Usai moment membahagiakan bersama ibu saya barusan, saya kemudian menuliskan ini untuk saya bagikan sebagai pengisi pada blog yang saya kelola.

Sekian. Terimakasih, Ibu Hj. Shofiyah; ibu yang selalu menyayangi anak-anaknya dengan segala caranya sendiri.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Contact Us

Name

Email *

Message *